High Touching dalam Bimbingan Konseling
Minggu, 31 Mei 2015
Kamis, 19 Maret 2015
Ngamen Nyalurken hobi maMen,,,!! Coro Kost Tegal ... By : Ade, Aqil, Zaldi
![]() |
| gbr, 2 |
Sudah tidak asing lagi ketika kita mendengar kata ngamen, karena bukan hanya mendengarnya saja, bahkan hampir setiap hari kita melihat ataupun menjumpai orang-orang yang ngamen. Pengamen, itulah sebutan bagi orang-orang yang melakukan aktifitas tersebut. Bahkan ngamen sekarang sudah menjadi sebuah pekerjaan yang dapat menghasilkan uang. Sekarang pun pekerjaan ngamen tidak mengenal usia lagi, dari anak kecil yang berumur 5 tahun sampai orang dewasa yang berumur 50 tahun. Jika dalam agama, mengemis dilarang karena hanya meminta-minta kepada orang lain tanpa melakukan suatu usaha sebagai timbal balik, tetapi entah dengan ngamen, karena ngamen yang tujuannya juga mengharapkan rezeki dari orang lain, tetapi sebagai timbal baliknya, seorang pengamen menyanyikan lagu-lagu atau menyajikan hiburan kepada orang lain.
Budaya ngamen pun sekarang sudah berkembang. Memang dilihat dari tujuannya secara umum, ngamen adalah sebuah pekerjaan yang tentu saja mengharapkan uang. Ada juga sebagian kecil orang-orang yang ngamen, hanyalah sebuah hobi untuk menyalurkan bakatnya di depan umum. Selain itu, budaya ngamen pun berbeda-beda dilihat dari usia. Bagi kalangan anak kecil usia antara 5 sampai 12 tahun yang tidak terlalu mendominasi (hanya 15-25%), mereka yang belum terlalu bisa berpikir, kebanyakan mereka ngamen karena disuruh orang tertentu. Bagi kalangan dewasa usia 30 sampai 50 tahun yang juga tidak terlalu mendominasi (15-25%), mereka sudah mampu berpikir dewasa. Mereka pun sudah mempunyai tujuan yang jelas sebagai seorang pengamen, yaitu untuk mendapatkan uang. Dan yang membedakan dengan kalangan anak muda adalah dari segi cara mereka ngamen. Bagi mereka umumnya, ngamen tidaklah sembarangan, mereka benar-benar memanfaatkan kesempatan agar dapat menghibur orang-orang, sehingga orang-orang tersebut merasa terhibur dan empati, sehingga dapat memberikan sedikit rezekinya. Hal lain yang membedakan kalangan ini dengan kalangan anak muda pun, mereka sudah mampu mengontrol emosinya, menjaga etika dan moralnya walaupun sebagai seorang pengamen .
mmm pada kesempatan kiee,,, hee saya sebagai penulis akhirnya dengan segala kerendahan hati..sedikit coret2 cekidot jon!!! yahh kami bertiga hanya seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Tegal...memang kami hanya anak kos, kehidupan serba pas-pasan dihemat, diirit..heee berawal dari latar belakang kami yang suka musik, sedikit bermain musik..sekiranya hanya menyalurkan Hobi "ngamen" kame beda pake kemeja rapi, sepatu, serta kacamata.. hee ayukkkk ini memang ngamen bener2 bukan nyari duit,, sii tapi lebih ke menyalurkan hobi..hobi posotif tentunya broo!! menghibur masayarakat kelurahan panggung dan sekitrnya,,, berbagai macam hal kita lalui, dibawah terik matahari sperti di ubun2 ujar kitaa :D.. okelah gang demi gang kita lalui, rel demi dampar kita narsis ria...tak luput mengucap salam hangat bagi para warga ang kami temui "misi numpang ngamen" dang dang tung tung deng... okee next kita bertemu tukang las keliling mengenakan becaknya..pada gang berikutnya kita berjupa lagi dengannya... dengan spontan ia menyodorkan susu kedele! waaaaww kaget...ternya kami diwei,,,gratis...sadisss! ya ALLOH masi ada aja orang sebaik itu....padahal dirinya juga ahh mungkin hanya cuckup...semoga sehat selalu pak.lalu kamipun bergegas dangan mengucap matur nuwuwn...tak sedikit para warga meunutup pintunya rapat2 setelah kami membunyikan kendang karet made in coro kos dan irama gitar kencrung yang entrung aduhainya... gak papa deh ... makasih juga para adek2 imut yang pinter2 ngasih koinnya pake tangan kanan ..sip deh...makasih juga ibu2yang sempat merekam aksi kami..suara kurang merdu kami....hee ..thanks juga teman2 coro Kos yang membantu dalam segala hal...heeee kenangan ini takkan pernah aku lupakan broooo!!! indahnya berbagi sekecil apapun itu,,This Is My Way I Love My Way... Aqil,
Kamis, 12 Juni 2014
PENERAPAN HIGH TOUCH SEORANG KONSELOR (KEWIBAWAAN, PENAKUAN DAN KASIH SAYANG TERHADAP KONSELI) Oleh : *Zaldi Muzani
Oleh : *Zaldi
Muzani
s
|
ebelumnya kita harus mengetahui apa yang dimaksud High Touch itu
sendiri yakni sentuhan-sentuhan tingkat tinggi yang mengenai
aspek-aspek kepribadian dan kemanusian peserta layanan (afektif,semangat,
sikap, nilai, dan moral), melalui implementasi oleh konselor dengan penjelasan
ke tiga poin sebagai berikut :
A. Kewibawaan
( High Touch)
Kewibawaan identik dengan high-touch atau lazim disingkat hi-touch dalam proses
pembelajaran. Kata touch berasal
dari bahasa Inggris yangartinya sentuhan.
Oleh sebab itu, dalam konteks pembelajaran, pengertian touch mengacu pada kemampuan
pendidik memberikan sentuhan-sentuhan dalam proses pembelajaran. Pemberian
sentuhan itu terkait dengan pendidik sebagai tenaga profesional yang berpijak
pada kode etik tertentu. Pemberian sentuhan tertentu
terhadap peserta didik oleh pendidik dalam pembelajaran merupakan hal yang
mendasar karena merupakan alat pendidikan yang ampuh. Pokja
Pengembangan Peta Keilmuan Pendidikan (2005: 23—24) menyebutnya sebagai kewibawaan. Kewibawaan yang
efektif menurut Charles Schaefer (1996:86) didasarkan atas pengetahuan yang
lebih utama atau keahlian yang dilaksanakan dalam suatu suasana kasih sa-yang
dan saling menghormati. Karenanya, pendidik diharapkan memiliki kewibawaan agar
mampu membimbing peserta didik ke arah pencapaian tujuan belajar yang
sesungguhnya dapat direali-sasikan. Wens Tanlain dkk. (1996:78) lebih tegas
menjelaskan bahwa kewibawaan adalah adanya penerimaan, pengakuan, kepercayaan
peserta didik terhadap pendidik yang diharapkan mampu memberi bantuan, tuntunan
dan nilai-nilai manusiawi. Pokja Pengembangan Peta Keilmuan Pendidikan
(2005: 24) menyatakan bahwa kewibawaan meliputi: (1) pengakuan, (2) kasih
sayang dan kelembutan, (3) penguatan, (4) pengarahan, (5) tindakan tegas yang
mendidik, dan (6)keteladanan yang mendidik. Uraian singkat tentang hal-hal itu
adalah sebagai berikut ini.
B. Pengakuan
T Raka Joni (1982:65) menyatakan bahwa karakteristik
pendidik meliputi: (1) penguasaan materi yang mantap, (2) sepenuh hati menyukai
bidangnya, (3) menguasai berbagai strategi pembelajaran, (4) mampu mengelola
kegiatan pembelajaran secara klasikal, kelompok, dan individual (5) mengutamakan
standar prestasi yang tinggi untuk siswa dan dirinya, dan (6) dekat dan suka
bergaul dengan siswa. Dengan memiliki karakteristik tersebut, idealnya terjadi
hubungan pengakuan timbal-balik dan mendidik. Pendidik mengembangkan pengakuan
bahwa dirinya merupakan seorang tenaga profesional yang menyandang berat dan
mulia yaitu mengembangkan seluruh potensi positif peserta didik,
sementara itu peserta didik mengembangkan pengakuan bahwa dirinya dihargai dan
ditaburi ketulusan gurunya dalam proses pengarahan dan pengembangan diri.
Pengakuan timbal-balik guru peserta didik akan
mengembangkan sikap saling menghargai, menerima, dan kerja sama dal-am suasana
demokratis. Jika hal ini telah terbentuk maka proses “belajar” dan “mengajar”
merupakan proses yang menyenangkan dan dinamis.
C. Kasih
Sayang dan Kelembutan
Prayitno (2002:14) menyatakan bahwa dalam proses
pendidikan ada kedekatan antara pendidik dan peserta didik. Hubungan antara
pendidik dan peserta didik haruslah mengarah ke-pada tujuan-tujuan instrinsik pendidikan,
dan terbebas dari tujuan-tujuan ekstrinsik yang bersifat pamrih untuk
kepentingan pribadi pendidik. Lebih jauh, Prayitno (2002:14) menjelaskan bahwa
pamrih-pamrih yang ada, selain dapat merugikan dan membebani peserta didik,
juga merupakan pengingkaran terhadap makna pendidikan dan menurunkan kewibawaan
pendidik. Wibawa tersebut hendaknya dibangun atas rasa kasih sayang, kasih
sayang antara guru peserta didik, maupun antarpeserta didik. Kasih sayang yang
tumbuh dari pengakuan yang tulus atas individu (guru maupun peserta didik)
sebagai subjek, bukan predikat, apa lagi objek bagi individu lain. Dalam artian
kita sebagai konselor harus bisa semaksimal mungki dekat dan tidak ada jarak
dengannya. (Tiada Hari Tanpa Konseling)
*) Zaldi
Muzani 1111500233 VI F, Progdi BK UPS Tegal
Langganan:
Komentar (Atom)

