![]() |
| gbr, 2 |
Sudah tidak asing lagi ketika kita mendengar kata ngamen, karena bukan hanya mendengarnya saja, bahkan hampir setiap hari kita melihat ataupun menjumpai orang-orang yang ngamen. Pengamen, itulah sebutan bagi orang-orang yang melakukan aktifitas tersebut. Bahkan ngamen sekarang sudah menjadi sebuah pekerjaan yang dapat menghasilkan uang. Sekarang pun pekerjaan ngamen tidak mengenal usia lagi, dari anak kecil yang berumur 5 tahun sampai orang dewasa yang berumur 50 tahun. Jika dalam agama, mengemis dilarang karena hanya meminta-minta kepada orang lain tanpa melakukan suatu usaha sebagai timbal balik, tetapi entah dengan ngamen, karena ngamen yang tujuannya juga mengharapkan rezeki dari orang lain, tetapi sebagai timbal baliknya, seorang pengamen menyanyikan lagu-lagu atau menyajikan hiburan kepada orang lain.
Budaya ngamen pun sekarang sudah berkembang. Memang dilihat dari tujuannya secara umum, ngamen adalah sebuah pekerjaan yang tentu saja mengharapkan uang. Ada juga sebagian kecil orang-orang yang ngamen, hanyalah sebuah hobi untuk menyalurkan bakatnya di depan umum. Selain itu, budaya ngamen pun berbeda-beda dilihat dari usia. Bagi kalangan anak kecil usia antara 5 sampai 12 tahun yang tidak terlalu mendominasi (hanya 15-25%), mereka yang belum terlalu bisa berpikir, kebanyakan mereka ngamen karena disuruh orang tertentu. Bagi kalangan dewasa usia 30 sampai 50 tahun yang juga tidak terlalu mendominasi (15-25%), mereka sudah mampu berpikir dewasa. Mereka pun sudah mempunyai tujuan yang jelas sebagai seorang pengamen, yaitu untuk mendapatkan uang. Dan yang membedakan dengan kalangan anak muda adalah dari segi cara mereka ngamen. Bagi mereka umumnya, ngamen tidaklah sembarangan, mereka benar-benar memanfaatkan kesempatan agar dapat menghibur orang-orang, sehingga orang-orang tersebut merasa terhibur dan empati, sehingga dapat memberikan sedikit rezekinya. Hal lain yang membedakan kalangan ini dengan kalangan anak muda pun, mereka sudah mampu mengontrol emosinya, menjaga etika dan moralnya walaupun sebagai seorang pengamen .
mmm pada kesempatan kiee,,, hee saya sebagai penulis akhirnya dengan segala kerendahan hati..sedikit coret2 cekidot jon!!! yahh kami bertiga hanya seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Tegal...memang kami hanya anak kos, kehidupan serba pas-pasan dihemat, diirit..heee berawal dari latar belakang kami yang suka musik, sedikit bermain musik..sekiranya hanya menyalurkan Hobi "ngamen" kame beda pake kemeja rapi, sepatu, serta kacamata.. hee ayukkkk ini memang ngamen bener2 bukan nyari duit,, sii tapi lebih ke menyalurkan hobi..hobi posotif tentunya broo!! menghibur masayarakat kelurahan panggung dan sekitrnya,,, berbagai macam hal kita lalui, dibawah terik matahari sperti di ubun2 ujar kitaa :D.. okelah gang demi gang kita lalui, rel demi dampar kita narsis ria...tak luput mengucap salam hangat bagi para warga ang kami temui "misi numpang ngamen" dang dang tung tung deng... okee next kita bertemu tukang las keliling mengenakan becaknya..pada gang berikutnya kita berjupa lagi dengannya... dengan spontan ia menyodorkan susu kedele! waaaaww kaget...ternya kami diwei,,,gratis...sadisss! ya ALLOH masi ada aja orang sebaik itu....padahal dirinya juga ahh mungkin hanya cuckup...semoga sehat selalu pak.lalu kamipun bergegas dangan mengucap matur nuwuwn...tak sedikit para warga meunutup pintunya rapat2 setelah kami membunyikan kendang karet made in coro kos dan irama gitar kencrung yang entrung aduhainya... gak papa deh ... makasih juga para adek2 imut yang pinter2 ngasih koinnya pake tangan kanan ..sip deh...makasih juga ibu2yang sempat merekam aksi kami..suara kurang merdu kami....hee ..thanks juga teman2 coro Kos yang membantu dalam segala hal...heeee kenangan ini takkan pernah aku lupakan broooo!!! indahnya berbagi sekecil apapun itu,,This Is My Way I Love My Way... Aqil,
