Oleh : *Zaldi
Muzani
s
|
ebelumnya kita harus mengetahui apa yang dimaksud High Touch itu
sendiri yakni sentuhan-sentuhan tingkat tinggi yang mengenai
aspek-aspek kepribadian dan kemanusian peserta layanan (afektif,semangat,
sikap, nilai, dan moral), melalui implementasi oleh konselor dengan penjelasan
ke tiga poin sebagai berikut :
A. Kewibawaan
( High Touch)
Kewibawaan identik dengan high-touch atau lazim disingkat hi-touch dalam proses
pembelajaran. Kata touch berasal
dari bahasa Inggris yangartinya sentuhan.
Oleh sebab itu, dalam konteks pembelajaran, pengertian touch mengacu pada kemampuan
pendidik memberikan sentuhan-sentuhan dalam proses pembelajaran. Pemberian
sentuhan itu terkait dengan pendidik sebagai tenaga profesional yang berpijak
pada kode etik tertentu. Pemberian sentuhan tertentu
terhadap peserta didik oleh pendidik dalam pembelajaran merupakan hal yang
mendasar karena merupakan alat pendidikan yang ampuh. Pokja
Pengembangan Peta Keilmuan Pendidikan (2005: 23—24) menyebutnya sebagai kewibawaan. Kewibawaan yang
efektif menurut Charles Schaefer (1996:86) didasarkan atas pengetahuan yang
lebih utama atau keahlian yang dilaksanakan dalam suatu suasana kasih sa-yang
dan saling menghormati. Karenanya, pendidik diharapkan memiliki kewibawaan agar
mampu membimbing peserta didik ke arah pencapaian tujuan belajar yang
sesungguhnya dapat direali-sasikan. Wens Tanlain dkk. (1996:78) lebih tegas
menjelaskan bahwa kewibawaan adalah adanya penerimaan, pengakuan, kepercayaan
peserta didik terhadap pendidik yang diharapkan mampu memberi bantuan, tuntunan
dan nilai-nilai manusiawi. Pokja Pengembangan Peta Keilmuan Pendidikan
(2005: 24) menyatakan bahwa kewibawaan meliputi: (1) pengakuan, (2) kasih
sayang dan kelembutan, (3) penguatan, (4) pengarahan, (5) tindakan tegas yang
mendidik, dan (6)keteladanan yang mendidik. Uraian singkat tentang hal-hal itu
adalah sebagai berikut ini.
B. Pengakuan
T Raka Joni (1982:65) menyatakan bahwa karakteristik
pendidik meliputi: (1) penguasaan materi yang mantap, (2) sepenuh hati menyukai
bidangnya, (3) menguasai berbagai strategi pembelajaran, (4) mampu mengelola
kegiatan pembelajaran secara klasikal, kelompok, dan individual (5) mengutamakan
standar prestasi yang tinggi untuk siswa dan dirinya, dan (6) dekat dan suka
bergaul dengan siswa. Dengan memiliki karakteristik tersebut, idealnya terjadi
hubungan pengakuan timbal-balik dan mendidik. Pendidik mengembangkan pengakuan
bahwa dirinya merupakan seorang tenaga profesional yang menyandang berat dan
mulia yaitu mengembangkan seluruh potensi positif peserta didik,
sementara itu peserta didik mengembangkan pengakuan bahwa dirinya dihargai dan
ditaburi ketulusan gurunya dalam proses pengarahan dan pengembangan diri.
Pengakuan timbal-balik guru peserta didik akan
mengembangkan sikap saling menghargai, menerima, dan kerja sama dal-am suasana
demokratis. Jika hal ini telah terbentuk maka proses “belajar” dan “mengajar”
merupakan proses yang menyenangkan dan dinamis.
C. Kasih
Sayang dan Kelembutan
Prayitno (2002:14) menyatakan bahwa dalam proses
pendidikan ada kedekatan antara pendidik dan peserta didik. Hubungan antara
pendidik dan peserta didik haruslah mengarah ke-pada tujuan-tujuan instrinsik pendidikan,
dan terbebas dari tujuan-tujuan ekstrinsik yang bersifat pamrih untuk
kepentingan pribadi pendidik. Lebih jauh, Prayitno (2002:14) menjelaskan bahwa
pamrih-pamrih yang ada, selain dapat merugikan dan membebani peserta didik,
juga merupakan pengingkaran terhadap makna pendidikan dan menurunkan kewibawaan
pendidik. Wibawa tersebut hendaknya dibangun atas rasa kasih sayang, kasih
sayang antara guru peserta didik, maupun antarpeserta didik. Kasih sayang yang
tumbuh dari pengakuan yang tulus atas individu (guru maupun peserta didik)
sebagai subjek, bukan predikat, apa lagi objek bagi individu lain. Dalam artian
kita sebagai konselor harus bisa semaksimal mungki dekat dan tidak ada jarak
dengannya. (Tiada Hari Tanpa Konseling)
*) Zaldi
Muzani 1111500233 VI F, Progdi BK UPS Tegal

Pinter nulis jebule,, lanjutkan semoga bisa membuat karya yang lebih baik lagi. lovee u
BalasHapus